Wednesday, May 22, 2019

MEMAHAMI SEGITIGA EXPOSURE PADA FOTOGRAFI





   Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. pada artikel kali ini saya akan membahas tentang apa saja dasar-dasar dalam fotografi yang harus di pahami seorang photographer. dalam dunia fotografi ada bagian-bagian yang harus di pahami yang merupakan dasar dari fotografi yang saling berkaitan satu dengan lainnya untuk menghasilkan foto yang bagus dan indah. bagian-bagian itu adalah ISO, APERTURE, dan SHUTTER SPEED. yang merupakan bagian paling dasar yang harus di ketahui yaitu SEGITIGA EXPOSURE. 

   Segitiga exposure adalah istilah yang digunakan untuk elemen dasar dari exposure yaitu ISO, SHUTTER SPEED, dan APERTURE yang mempengaruhi cahaya yang masuk ke-sensor kamera untuk mengkap gambar / foto. 

1. ISO
  
   ISO merupakan ukuran tingkatan sensifitas pada sensor kamera terhadap cahaya. yang semakin tinggi ISO yang di-setting pada kamera semakin tinggi pula tingkat sensitif sensor terhadap cahaya.

* Sebuah ISO layaknya semut atau lebah pekerja, jika kamu mamakai ISO 100 maka kamu memiliki 100 semut atau lebah pekerja.

* Jika ISO di naikkan menjadi 200 maka kamu akan memiliki 200 semut atau lebah pekerja.

   Pekerjaan dari semut atau lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk ke-sensor melalui lensa dan bertugas membuat gambar. Jika menggunakan 2 buah lensa yang masing-masing diatur pada aperture f/1.4, dengan pengaturan ISO kamera pertama menggunakan ISO 200 sementara kamera kedua ISO 100, maka kamera siapakah yang paling cepat menghasilkan gambar?

Jelas kamera pertama (ISO 200) kan?
Jadi secara garis besar:
  • Dengan menaikkan ISO dari ISO 100 ke ISO 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kunci aperture di f/1.4 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), akan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah gambar hingga 2 kali lebih cepat dari Shutter Speed 1/125 ke 1/250 detik;
  • Menaikkan ISO, membuatmu bisa bekerja dengan kondisi cahaya yang minim;
  • Saat menaikkan ISO ke 400, akan memangkas waktu pembuatan gambar hingga separuhnya lagi yaitu 1/500 detik;
  • Setiap kali mempersingkat waktu exposure sebanyak separuh, artinya kamu menaikkan eksposur sebesar 1 Stop.
Kamu bisa mencoba pengertian ini dalam kasus Aperture.
Cobalah atur Shutter Speed selalu konstan pada 1/125 s (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv) dan ubah-ubahlah pengaturan ISO dalam kelipatan 2, misal dari 100 ke 200 ke 400 dan seterusnya, lihatlah perubahan besaran aperture kamu.
2. SHUTTER SPEED
   Shutter speed merupakan ukuran kecepatan buka tutup pada jendela sensor selama apa sensor menerima cahaya yang masuk.
contoh : Shutter speed 1/25s lebih lambat 5 kali di bandingkan 1/125.
   Shutter speed sangat mempengaruhi gambar yang di hasilkan. 
3. APERTURE 
   Aperture atau bukaan lensa adalah seberapabesar atau kecil terbukanya iris pada lensa kamera yang diukur dengan f-number. yang semakin besar bukaan lensa ( f-number semakin kecil ), semakin banyak pula cahaya yang masuk ke-kamera.
contoh : Pada aperture F/1.4, bukaan lensalebih besar dibandingkan dengan aperture F/1.8.
   Untuk menghasilkan pencahayaan yang baik dan benar dibutuhkannya Creative Exposure. untuk menciptakan Creative Exposure harus sungguh sungguh mendalami dan memahami elemen-elemen / bagian-bagian yang ada pada segitiga exposure. karena segitiga exposure merupakan hal paling dasar dalam fotografi.
LIKE jika suka dengan artikel ini, beri KOMENTAR jika ada kekurangan pada artikel ini, dan  IKUTI blog ini agar tidak ketinggalan informasi lainnya. 

JASA PHOTOGRAPHY DAN VIDEOGRAPHY MURAH DI KOTA MEDAN


   Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatu. kali ini saya akan memberikan informasi ke teman-teman pembaca kalau ada jasa photograpy dan videograpy yang murah dan berkualitas untuk sekitar kota medan khusus-nya. bukan hanya dalam kota tapi menerima pekerjaan luar kota juga. ada beberapa paket yang terdapat dalam jasa ini, penyedia jasa ini yaitu S7.MAGAZINE.OFFICIAL yang merupakan Induk dari blog ini.


"SECTOR SEVEN MAGAZINE OFFCIAL"


OPEN JASA PHOTOGRAPHY & VIDEOGRAPHY. 

1. Wedding  Service

Paket Reguler 
RP. 4.000.000,00-

Fasilitas yang tersedia :
a.  1 Photographer + 2 Videographer
b. Unlimited File 
c. Foto cetak album 1 roll 1 set
d. Video berdurasi 1-2 jam
e. Video cinematic berdurasi 1-2 menit
f. DVD 

Paket 1
RP. 9.600.000,00-

Fasilitas yang tersedia :

a. 3 Photographer + 2 Videographer
b. Drone + Pilot  
c. Unlimited File 
d. 2 Foto Cetak & Full editing  ( 16R )
e.  Cetak Album Foto ( 1 roll  ) 2 set
f. Video berdurasi 2-3 jam
g. Video Cinematic berdurasi 3-4 menit
h. Sesi Foto prewedding 2-3 jam ( unlimitide file ), 1 Foto Cetak Full editing (16R )
i. DVD

Paket Kombo ( Pre-wedding & Wedding )
Rp. 13.200.000,00-

Paket wedding istimewa khusus untuk calon pengantin yang ingin dokumentasi dengan hasil baik, bagus dan indah.

Fasilitas yang tersedia :

Pre-wedding
a. Sesi pemotretan 2-3 jam
b. 1 Photographer + 1 Videographer
c. 2 Unit kamera
d. Unlimited File
e. 1 Foto cetak & full editing ( 16R )
f. Video Cinematic 1-2 menit

Wedding
a. 3 Photographer + 2 Videographer
b. Drone + Pilot  
c. Unlimited File 
d. 2 Foto Cetak & Full editing  ( 16R )
e.  Cetak Album Foto ( 1 roll  ) 2 set
f. Video berdurasi 2-3 jam
g. Video Cinematic berdurasi 3-4 menit
h. DVD

   Booking dilakukan selama-lama nya 2 minggu sebelum hari H. jika terjadi pembatalan sepihak dari pihak KLIEN uang booking akan hangus.

Exclude :
1. Belum termasuk uang makan dan minum.
2. jika berganti sesi di-kenakan biaya tambahan sebesar Rp. 150.000,00-
3. Belum termasuk biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi jika berada diluar kota.


CONTACT PERSON
Email : rifqi1234zr@gmail.com
instagram : S7.MAGAZINE 




Thursday, May 16, 2019

Cara Membuat Video Cinematic Dengan Baik dan Benar.

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat video cinematic dengan baik dan benar. yang harus dilakukan dalam membuat video cinematic ada beberapa hal yang harus di perhatikan dari tahap memulai mengambil video, editing, dan penyelesaian. dalam setiap tahapan yang ada beberapa hal yang harus dipahami. antara lain:

1. Settingan kamera.
  
    Yang harus pertama kali dilakukan untuk mengambil sebuah video cinematic adalah settingan camera. dengan melaukakan penyettingan pada kamera yang baik dan benar akan menghasilkan sebuah video cinematic yang bagus ada. beberapa hal yang harus di perhatikan dalam men-setting kamera, antara lain :

a. Fps Di-setting ke yang paling tinggi.misalnya, kamera yang dipakai memiliki Fps Yang tertinngi     24 fps.
b. White Balance yang sesuai dengan keadaan.
c.  Picture Style di atur menjadi Flat.
d. Pemilihan lensa yang baik dan benar sesuai kebutuhan. 
e. Exposure Lock.
f. Deep Of Field dengan Aperture dan Iso pada kamera.

2. Camera Movement & Angle.
      
    Tahap kedua yang harus dipahami seorang "VIDEOGRAPHER" yaitu Camera movement & Angle. ada beberapa jenis camera movement dan Angle pada proses pengambilan video.

A. Camera Movement ( Gerakan Kamera ).
   
    Camera movment merupakan teknik pengambilan video dengan menggerakkan kamera yang bertujuan untuk memberikan kesan pada sebuah kejadian dalam sebuah video. ada beberapa teknik pengambilan video dengan menggunkan teknik CAMERA MOVEMENT.

TILT
kamera bergerak dalam satu sumbu ( atas/naik dan turun).

PANE
Gerakan Ke-kiri ke arah Kanan dan Ke-kanan ke-arah kiri.

PEDESTAL MOVEMENT
Gerakan naik dan turun atau turun dan naik.

DOLLY
Bergerak ke-depan dan ke-belakang.

TRATT
Gerakan ke-kiri dan ke-kanan.

B. Angle pada video.

    Angle merupakan sudut pandang pada video. pada proses pengambilan video sudut pandang harus sangat di perhatikan untuk menambah kesan cinematic pada video. ini merupakan hal paling penting dalam proses pembuatan sebuah video cinematic. dalam dunia videografi ada jenis jenis sudut pandang yang di pakai untuk mengambil sebuah video.

POINT OF VIEW
Sudut pandang yang menunjukkan apa yang sedang dilihat oleh subject.

EXTREAM LONG SHOOT
Sudut pandang yang menunjukkan LOKASI kejadian tanpa harus memperlihatkan subject dengan jelas.

LONG SHOOT
Sudut pandang yang menunjukkan SUBJECT dengan lingkungannya.

FULL SHOOT
Sudut pandang yang memperkenalkan SUBJECT dan apa yang sedang dilakukan.

KNEE SHOOT
Sudut pandang yang memperlihatkatkan aktivitas SUBJECT dari lutut ke-atas.

MEDIUM SHOOT
Sudut pandang yang memperlihatkan aktivitas subject dari pinggang ke-atas dan ekspresinya.

MEDIUM CLOSE
Sudut pandang yang menunjukkan aktivitas SUBJECT dari dada ke-atas lebih terlihat emosinya.

CLOSE UP
Sudut pandang lebih emnunjukkan detail ekspresi SUBJECT.

EXTREAM CLOSE UP
Sudut pandang Detail ekspresi SUBJECT spesifik pada bagian tertentu.

OVER THE SHOULDER
Sudut pandang yang menggunakan bahu dari Subject lain sebagai FOREGROUND.

BIRD'S EYE VIEW
Sudut pandang kamera berada di ketinggian dari atas menunduk ke-bawah dan seperti sudut pandang se-ekor BURUNG.

HIGH ANGLE
Sudut pandang dimana kamera lebih tinggi dan menunduk ke-arah SUBJECT untuk mengesankan subject yang kecil atau tertekan.

LOW ANGLE
Sudut pandang dimana kamera mendongak ke SUBJECT, menunjukkan subject yang tinggi besar atau mengintimidasi.

FROGS EYE VIEW
Sudut pandang dimana kamera ditempatkan hampir menyentuh tanah dan mendongak ke-arah subject menimbulkan kesan megah atau tinggi besar.

CANTED ANGLE
Sudut pandang yang memberikan efek dramatis atau menunjukkan ketidak stabilan emosi SUBJECT.

3. EDITING

   Editing adalah proses menyunting sebuah video dengan cara memotong video ke video atau dengan menggabungkan video-video dengan menyisipkan transisi. tapi dalam membuat sebuah video cinematic atau sinema sesuai berkembang nya zaman banyak hal yang bisa di lakukan mulai dari mengatur ketajaman, pencahayaan, dan warna pada video. dalam sebuah proses editing kita harus tau stuktur atau susunan dalam sebuah video.

a. Motivasi
   
    Didalam sebuah video cinematic atau sinema ada sebuah penggiring atau penjelas ke-video lainnya. motivasi dapat juga dimunculkan dengan backsoud. misalnya : suara burung berkicau.

b. Informasi
  
   Video yang diambil oleh seorang videographer haruslah memiliki sebuah tujuan atau maksud atau memberikan sebuah pesan yang jelas.

c. Komposisi

   Artinya memenuhi standart yang sudah di sepakati atau memenuhi cameraworks. aspek yang terpenting adalah pemahaman videographer tentang video yang bagus.

d. Continuity

   Yang dimaksudkan yaitu sebuah video yang saling berkaitan atau antara satu video dengan video lainnya mempunyai kesinambungan.

   Dan itulah cara cara membuat video cinematic atau sinema yang harus kita pahami dan kita lakukan agar kita dapat mempunyai video cinematic yang bagus dan memiliki pesan dalam video yang kita buat. semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan buat para pembaca.

LIKE jika suka dengan artikel ini beri KOMENTAR jika ada yang kurang dengan artikel ini dan IKUTI agar tidak ketinggalan INFORMASI lainnya

MEMAHAMI SEGITIGA EXPOSURE PADA FOTOGRAFI

   Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. pada artikel kali ini saya akan membahas tentang apa saja dasar-dasar dalam fo...