Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. pada artikel kali ini saya akan membahas tentang apa saja dasar-dasar dalam fotografi yang harus di pahami seorang photographer. dalam dunia fotografi ada bagian-bagian yang harus di pahami yang merupakan dasar dari fotografi yang saling berkaitan satu dengan lainnya untuk menghasilkan foto yang bagus dan indah. bagian-bagian itu adalah ISO, APERTURE, dan SHUTTER SPEED. yang merupakan bagian paling dasar yang harus di ketahui yaitu SEGITIGA EXPOSURE.
Segitiga exposure adalah istilah yang digunakan untuk elemen dasar dari exposure yaitu ISO, SHUTTER SPEED, dan APERTURE yang mempengaruhi cahaya yang masuk ke-sensor kamera untuk mengkap gambar / foto.
1. ISO
ISO merupakan ukuran tingkatan sensifitas pada sensor kamera terhadap cahaya. yang semakin tinggi ISO yang di-setting pada kamera semakin tinggi pula tingkat sensitif sensor terhadap cahaya.
* Sebuah ISO layaknya semut atau lebah pekerja, jika kamu mamakai ISO 100 maka kamu memiliki 100 semut atau lebah pekerja.
* Jika ISO di naikkan menjadi 200 maka kamu akan memiliki 200 semut atau lebah pekerja.
Pekerjaan dari semut atau lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk ke-sensor melalui lensa dan bertugas membuat gambar. Jika menggunakan 2 buah lensa yang masing-masing diatur pada aperture f/1.4, dengan pengaturan ISO kamera pertama menggunakan ISO 200 sementara kamera kedua ISO 100, maka kamera siapakah yang paling cepat menghasilkan gambar?
Jelas kamera pertama (ISO 200) kan?
Jadi secara garis besar:
- Dengan menaikkan ISO dari ISO 100 ke ISO 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kunci aperture di f/1.4 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), akan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah gambar hingga 2 kali lebih cepat dari Shutter Speed 1/125 ke 1/250 detik;
- Menaikkan ISO, membuatmu bisa bekerja dengan kondisi cahaya yang minim;
- Saat menaikkan ISO ke 400, akan memangkas waktu pembuatan gambar hingga separuhnya lagi yaitu 1/500 detik;
- Setiap kali mempersingkat waktu exposure sebanyak separuh, artinya kamu menaikkan eksposur sebesar 1 Stop.
Kamu bisa mencoba pengertian ini dalam kasus Aperture.
Cobalah atur Shutter Speed selalu konstan pada 1/125 s (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv) dan ubah-ubahlah pengaturan ISO dalam kelipatan 2, misal dari 100 ke 200 ke 400 dan seterusnya, lihatlah perubahan besaran aperture kamu.
2. SHUTTER SPEED
Shutter speed merupakan ukuran kecepatan buka tutup pada jendela sensor selama apa sensor menerima cahaya yang masuk.
contoh : Shutter speed 1/25s lebih lambat 5 kali di bandingkan 1/125.
Shutter speed sangat mempengaruhi gambar yang di hasilkan.
3. APERTURE
Aperture atau bukaan lensa adalah seberapabesar atau kecil terbukanya iris pada lensa kamera yang diukur dengan f-number. yang semakin besar bukaan lensa ( f-number semakin kecil ), semakin banyak pula cahaya yang masuk ke-kamera.
contoh : Pada aperture F/1.4, bukaan lensalebih besar dibandingkan dengan aperture F/1.8.
Untuk menghasilkan pencahayaan yang baik dan benar dibutuhkannya Creative Exposure. untuk menciptakan Creative Exposure harus sungguh sungguh mendalami dan memahami elemen-elemen / bagian-bagian yang ada pada segitiga exposure. karena segitiga exposure merupakan hal paling dasar dalam fotografi.
LIKE jika suka dengan artikel ini, beri KOMENTAR jika ada kekurangan pada artikel ini, dan IKUTI blog ini agar tidak ketinggalan informasi lainnya.

